Rhida hanafie's Blog

ketulusan adalah kesempurnaan..

sastra dan masyrakat 1 7 Februari 2010

Filed under: 1 — rhidahanafie @ 10:35 am

1. Unsur-unsur Intrinsik
Menurut Drs. Mohammad Ngafenan dalam Kamus Kesusastraan halaman 84, unsur-unsur intrinsik adalah segi dalam sastra, unsur batin dalam suatu karya sastra. Sedangkan menurut Agustinus Suyoto, S.Pd dalam unsur-unsur intrinsik prosa cerita, unsur-unsur intrinsik adalah unsur-unsur pembangun karya sastra yang dapat ditemukan di dalam teks karya sastra itu sendiri. Pada umumnya para ahli sepakat bahwa unsur intrinsik terdiri dari tokoh, tema, amanat, latar, alur, sudut pandang pengisahan yakni sebagai berikut ;
a. Tokoh Menurut Drs. Mohammad Ngafenan dalam Kamus Kesusastraan halaman 174, tokoh adalah pelaku cerita, pelaku dalam pementasan drama. Menurut Agustinus Suyoto, S.Pd dalam unsur-unsur intrinsik prosa cerita, tokoh adalah individu ciptaan atau rekaan pengarang yang mengalami peristiwa-peristiwa atau lakukan dalam berbagai peristiwa ceritayang mana tokoh dapat berwujud manusia, dapat pula berwujud binatang atau benda yang diinsankan. Berdasarkan fungsi tokoh dalam cerita, tokoh dapat dibedakan menjadi dua yaitu tokoh utama dan tokoh bawahan.
• Tokoh utama
Tokoh utama adalah tokoh yang banyak mengalami peristiwa dalam cerita. Tokoh utama dibedakan menjadi dua, yaitu ;
– Tokoh protagonis adalah tokoh yang membawakan perwatakan positif atau menyampaikan nilai-nilai pisitif.
– Tokoh antagonis adalah tokoh yang membawakan perwatakan yang bertentangan dengan protagonis atau menyampaikan nilai-nilai negatif.
• Tokoh bawahan
Tokoh bawahan adalah tokoh-tokoh yang mendukung atau membantu tokoh utama. Tokoh bawahan dibedakan menjadi tiga, yaitu ;
– Tokoh andalan adalah tokoh bawahan yang menjadi kepercayaan tokoh utama (protagonis atau antagonis).
– Tokoh tambahan adalah tokoh yang sedikit sekali memegang peran dalam peristiwa cerita.
– Tokoh lataran adalah tokoh yang menjadi bagian atau berfungsi sebagai latar cerita saja.
b. Penokohan
Menurut Agustinus Suyoto, S.Pd dalam unsur-unsur intrinsik prosa cerita, penokohan adalah penyajian watak tokoh dan penciptaan citra tokoh.
c. Wirawan
Menurut http://www.pusatbahasa.diknas.go.id dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, Wirawan adalah pahlawan, gagah perkasa, gagah berani. Menurut Nyoman Tusthi Eddy dalam Kamus Istilah Sastra Indonesia halaman 216, wirawan secara etimologi berasal dari kata viravan (bahasa sangsekerta) yang berarti gagah berani, gagah perkasa, pahlawan. Dalam karya sastra wirawan berarti tokoh kepahlawanan yang menjadi tokoh sentral dalam karya itu. Dalam perkembangan selanjutnya tokoh yang paling penting dalam sebuah karya sastrajuga disebut wirawan.
d. Antiwirawan
Menurut http://www.pusatbahasa.diknas.go.id dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, antiwirawan adalah tokoh yangg tidak memiliki nilai keagungan hidup (keberanian, idealisme, dan ketabahan), pikiran yang tercermin ditindakan, dan maksud yang mulia.
e. Tema
Menurut Drs. Mohammad Ngafenan dalam Kamus Kesusastraan halaman 172, tema adalah pokok pembicaraan cerita. Pokok persoalan yang mendasari suatu cerita dijabarkan dalam karangan. Pengejabaran dapat melalui pengisahan atau dialog para pelaku cerita. Tema dapat bermacam-macam tergantung kepada selera pengarangnya milsalnya cinta, kemanusiaan, ketuhanan, adat, kritik sosial, balas dendam.
f. Alur
Menurut Drs. Mohammad Ngafenan dalam Kamus Kesusastraan halaman 12, alur (plot) adalah jalinan peristiwa dalam cerita yang merupakan rangkaiana sebab-akibat. Jika suatu kejadian berlangsung, maka dalam cerita juga diuraikan mengapa hal itu terjadi. Tanpa adanya jalinan peristiwa seperti itu, cerita tidak akan dipahami secara sempurna. Menurut Agustinus Suyoto, S.Pd dalam unsur-unsur intrinsik prosa cerita, alur adalah urutaan atau rangkaian peristiwa dalam cerita rekaan. Urutan peristiwa dapat tersusun berdasarkan tiga hal, yaitu ;
• Alur linear adalah alur dengan susunan peristiwa berdasarkan kronologis kejadian.
• Alur kausal adalah alur berdasarkan hubungan sebab-akibat.
• Alur tematik adalah alur berdasarkan tema cerita.
Selain itu juga terdapat bermacam-macam alur menurut Drs. Mohammad Ngafenan dalam Kamus Kesusastraan halaman 12-13, sebagai berikut ;
• Alur utama adalah alur yang terpusat pada tokoh utama cerita.
• Alur gabungan / ganda adalah gabungan antara alur lurus dan alur sorot balik. Perpaduan antara alur maju dan alur mundur. Mula-mula digambarkan situasi masa kini, kemudian di ceritakan situasi masa lalu yang mendasari peristiwa masa kini.
• Alur bawahan / pembantu adalah alur cerita yang terpusat pada pelaku pembantu.
Serta juga menurut http://www.abudira.wordpress.com dalam Pengertian, Fungsi, dan Ragam sastra, terdapat alur tunggal yakni alur yang hanya satu dalam karya sastra.
g. Latar
Menurut Drs. Mohammad Ngafenan dalam Kamus Kesusastraan halaman 101, latar atau yang dikenal seting adalah segala sesuatu yang melatar belakangi berlangsungnya kejadian dalam cerita. Latar meliputi waktu kejadian, tempat kejadian, dan lingkungan berlangsungnya cerita.
h. Amanat
Menurut http://www.pusatbahasa.diknas.go.id dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, amanat adalah gagasan yang mendasari karya sastra, pesan yang ingin disampaikan pengarang kepada pembaca atau pendengar. Menurut http://www.abudira.wordpress.com dalam Pengertian, Fungsi, dan Ragam sastra, amanat adalah pemecahan yang diberikan oleh pengarang bagi persoalan didalam karya sastra. Amanat biasa disebut makna. Makna dibedakan menjadi makna niatan dan makna muatan. Makna niatan ialah makna yang diniatkan oleh pengarang bagi karya sastra yang ditulisnya. Makna muatan ialah
makana yang termuat dalam karya sastra tersebut.
2. Unsur-unsur Ekstrinsik
Menurut Drs. Mohammad Ngafenan dalam Kamus Kesusastraan halaman 50, unsur-unsur ekstrinsik adalah segi luar sastra, pembahasan karya sastra dari sudut penglihatan yang menggunakan disiplin ilmu bukan sastra, segi ekstrinsik sastraberguna untuk memahami sastra secara lebih tuntas dan melibatkan biografi pengarang, pendidikan, aliran dalam sastra dan sebaginya. Sedangkan menurut http://www.jendela-bahasa.com di dalam unsur ekstrinsik, Unsur-unsur ekstrinsik adalah unsur-unsur yang berada di luar karya sastra, tetapi secara tidak langsung mempengaruhi bangunan atau sistem organisme karya sastra. Secara lebih khusus lagi ia dapat dikatakan sebagai unsur-unsur yang mempengaruhi bangun cerita sebuah karya sastra, tetapi tidak menjadi bagian di dalamnya. Walaupun demikian, unsur ekstrinsik cukup berpengaruh terhadap totalitas bangun cerita yang dihasilkannya. Contohnya psikologi, sosiologi, agama, sejarah, filsafat, politik, ideologi dan sebagainya.
3. Pendekatan Intrinsik
Menurut http://www.bahtera.org dalam kamus, tesaurus, dan glosarium bahasa Indonesia, pendekatan intrinsik adalah pendekatan karya sastra dengan menerapkan teori dan kaidah sastra yang penelaahannya bertolak dari karya sastra itu sendiri
4. Pendekatan Ekstirnsik
Menurut http://www.bahtera.org dalam kamus, tesaurus, dan glosarium bahasa Indonesia, pendekatan ekstrinsik adalah pendekatan karya sastra dengan menggunakan ilmu bantu bukan sastra, seperti sejarah, sosiologi, dan psikologi.
5. Latar Belakang
Menurut http://www.pusatbahasa.diknas.go.id dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, latar belakang adalah keterangan mengenai suatu peristiwa guna melengkapi informasi yg tersiar sebelumnya.
6. Puisi
Menurut Nyoman Tusthi Eddy dalam Kamus Istilah Sastra Indonesia halaman 167, puisi adalah salah satu bentuk karya sastra yang mengandung unsur ritme, rima, metafor dan disususn menurut korespondensi tertentu. Selain itu terdapat beberapa pengertian puisi menurut para penyair romantik inggris dalam http://www.definisi.net yakni ;
• Samuel Taylor Coleridge mengemukakan puisi itu adalah kata-kata yang terindah dalam susunan terindah. Penyair memilih kata-kata yang setepatnya dan disusun secara sebaik-baiknya, misalnya seimbang, simetris, antara satu unsur dengan unsur lain sangat erat berhubungannya, dan sebagainya.
• Carlyle mengatakan bahwa puisi merupakan pemikiran yang bersifat musikal. Penyair menciptakan puisi itu memikirkan bunyi-bunyi yang merdu seperti musik dalam puisinya, kata-kata disusun begitu rupa hingga yang menonjol adalah rangkaian bunyinya yang merdu seperti musik, yaitu dengan mempergunakan orkestra bunyi.
• Wordsworth mempunyai gagasan bahwa puisi adalah pernyataan perasaan yang imajinatif, yaitu perasaan yang direkakan atau diangankan. Adapun Auden mengemukakan bahwa puisi itu lebih merupakan pernyataan perasaan yang bercampur-baur.
• Dunton berpendapat bahwa sebenarnya puisi itu merupakan pemikiran manusia secara konkret dan artistik dalam bahasa emosional serta berirama. Misalnya, dengan kiasan, dengan citra-citra, dan disusun secara artistik (misalnya selaras, simetris, pemilihan kata-katanya tepat, dan sebagainya), dan bahasanya penuh perasaan, serta berirama seperti musik (pergantian bunyi kata-katanya berturu-turut secara teratur).
7. Prosa
Menurut Nyoman Tusthi Eddy dalam Kamus Istilah Sastra Indonesia halaman 161, prosa adalah sejenis karya sastra yang bersifat paparan. Prosa sering disebut karangan bebas karena tidak mengandung unsur-unsur ritme, rima, metafor dan korespondensi seperti halnya puisi.
8. Drama
Menurut Nyoman Tusthi Eddy dalam Kamus Istilah Sastra Indonesia halaman 59, drama adalah kisah lakuan (kisah yang dilakonkan).
9. Penulis dan Pencerita
Menurut http://www.bahtera.org dalam kamus, tesaurus, dan glosarium bahasa Indonesia, penulis adalah orang yang menulis; pengarang (naskah), panitera; sekretaris; setia usaha; pelukis; penggambar. Pencerita adalah orang yang bercerita; tukang cerita.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s